Afif
Blog Universitas Komputer Indonesia

copas lagi

copas lagi
Suatu hari, ku beranikan diri untuk mengatakan keputusan ku kepadanya, bahwa aku menginginkan perceraian. "Mengapa ?", dia bertanya dengan terkejut. "Aku lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang aku inginkan". Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan ku semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa ku harapkan darinya ? (gumam ku di dalam hati). Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat aku lakukan untuk merubah pikiranmu?". Aku menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan...
ViewDibaca : 1220 Kali
Waktu PostingJumat, 24 Juni 11 - 19:41 WIBKomentar0 KomentarRatingRating : 1 Bagus, 0 Jelek
KategoriTUGAS